Tips Cara Memanaskan Mesin Mobil yang Paling Benar

Seringkali kita lihat orang atau yang memiliki kendaraan baik itu mobil maupun motor memanasi mesin mereka terlebih dulu sebelumnya dipakai, umumnya dikerjakan pada pagi hari maupun saat akan digunakan saat menempuh perjalanan yang jauh.

Lantas apa sesungguhnya manfaat dari memanasi mesin mobil itu sebelumnya dipakai?

Sebelumnya membahas lebih jauh tentang mengapa mesin mesti dipanasi sebelumnya digunakan, cobalah cermati seorang atlet yang akan melakukan olahraga seeprti sepak bola, maraton, estafet.

Nah, mereka pun harus melakukan pemanasan kecil sebelumnya mereka benar-benar beraksi dilapangan? Demikianlah sesungguhnya manfaat dari sistem memanasi mesin mobil/motor.

Supaya mesin kendaraan bisa optimal kemampuannya maka diperlukan untuk melakukan pemanasan mesin terlebih dulu. I

itupun dikerjakan dengan waktu yang singkat lebih kurang selama 5 menit itu sudah cukup.

Jangan terlalu berlebih seperti 30 menit karena hal semacam ini akan buang-buang bahan bakar dan memberi polusi udara di sekitar tempat tinggal anda, bukan?

Lalu, bagaimana cara memanaskan mesin mobil yang benar? Sudah menjadi rutinitas umum untuk yang memiliki mobil untuk memanaskan kendaraannya setiap pagi hari atau pada saat mobil tidak dipakai sepanjang minimum 6 jam. Maksudnya adalah untuk menyiapkan mobil itu supaya mampu melakukan pekerjaan yang lebih berat dan menempuh perjalanan yang jauh.

 

Namun bersamaan dengan pesatnya perubahan teknologi injeksi yang ditanamkan didalam mesin mobi, Anda telah tidak perlu lagi berlama-lama memanaskan mesin modern ini.

Sebab sudah ada komponen ECU (Electronic Control Unit) yang bertugas untuk mengatur keperluan bahan bakar pada sistem pembakaran.

Sehingga usaha pemanasan manfaat memperoleh suhu yang maksimal pada kerja mesin yang sudah tidak dibutuhkan lagi.

Sesungguhnya, saat mesin dinyalakan, mobil yang menggunakan sistem injeksi sudah langsung bisa dikendarai dengan mulus tanpa ada mesti memanaskannya terlebih dulu.

Tetapi apabila Anda tetaplah menginginkan mengerjakannya, lama saat pemanasan yang ideal untuk mobil keluaran paling baru sekitar pada 30-60 detik.

Sistem pemanasan yang kurang lebih 1 menit malah akan sia-sia dan cuma membuang-buang bahan bakar.

 

Mengapa Mesin harus Dipanaskan

Setiap mesin akan lakukan kemampuannya dengan cara optimal saat mesin telah mencapai suhu kerja lebih kurang pada 80 hingga 95 derajat celcius.

Dan komponen yang mengatur supaya suhu mesin tetap ada pada temperatur kerja dan tidak terjadi overhead yaitu thermostat.

Dengan suhu mesin yang sudah mencapai suhu kerja ini membuat power kendaraan menjadi lebih bertenaga dibanding mesin yang tidak dipanasi terlebih dulu.

Begitu juga dengan tingkat mengkonsumsi bahan bakar, mesin yang dipanasi terlebih dulu dan sudah mencapai suhu kerja optimal, mengkonsumsi bahan bakarnya lebih sedikit apabila dibanding dengan mesin yang dihidupkan langsung jalan.

Hal semacam ini membuat sistem pengatur bahan bakar mensuplai BBM berlebihan dalam ruangan bakar untuk mensupport gerak mobil dan mendongkrak supaya mesin cepat mencapai suhu kemampuan nya.

 

Oh iya, mesin yang dipanasi terlebih dulu membuat sistem pelumasan oli menjadi lebih encer.

Encernya oli pelumas ini dapat juga membuat komponen mesin menjadi lebih bebas bergerak apabila dibanding dengan keadaan mesin yang belum panas dan oli masihlah agak kental.

“Sederhana saja, orang semakin lebih gesit berenang di kolam air daripada berenang di dalam kolam lumpur bukan?”

Jadi memanaskan mesin mobil juga mempunyai tujuan untuk mengencerkan tingkat kekentalan pelumasan sehingga gerak komponen mesin jadi lebih gesit hingga dampaknya yaitu tarikan mesin jadi lebih josss.

 

Tips Cara Memanaskan Mesin Mobil yang Paling Benar

Salah satu diantara langkah yang paling mudah untuk mengetahui apakah mesin mobil telah siap jalan atau belum yaitu dengan memerhatikan tanda temperatur mesinnya.

Suhu mesin yang normal ditandai dari jarum penunjuknya yang perlahan naik ke posisi tengah demikian mesin menyala. Bila semua beres, mobil juga siap untuk dipacu.

Asumsi yang kurang benar yang lain berkaitan sistem pemanasan mesin mobil adalah ada keraguan mengenai oli pelumas yang belum bersirkulasi dengan baik saat mesin pertama kalinya dihidupkan.

Dibanding dengan produk yang lama, kualitas oli mesin yang mengedar di market saat ini jauh tambah baik.

Tetapi dengan catatan penentuan pelumas itu harus sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan.

Yang butuh dipahami bahwa tidak semua partikel pelumas otomatis akan segera turun pada saat mesin berhenti, walau dalam tempo yang cukup lama.

Beberapa bermaterial pelumas ini ada yang tetaplah melekat didalam mesin dan melindunginya. Dengan hal tersebut sistem penjagaan mesin juga bisa berjalan tambah baik lagi.

Jadi rutinitas memanaskan mesin mobil keluaran paling baru setiap pagi hari adalah kebiasaan yang merugikan.

Selain memboroskan bensin, waktu tunggu yang Anda butuhkan hingga mesin panas juga terbuang sia-sia.

Mesin mobil tetap butuh bensin walau dalam keadaan yang stasioner. Mengingat ukuran gas mobul normal ada di kisaran 800-1200 rpm saat tanpa ada AC, sia-sia saja memanaskan mesin yang telah stabil.

Ketika Anda memanaskan mobil kurun waktu yang sangat lama, emisi gas buang dari knalpot yang memiliki kandungan beberapa bahan beresiko untuk kesehatan akan lepas ke udara.

Karbondioksida merukan gas yang paling kaya akan di asap knalpot itu. Dalam jumlah yang banyak, senyawa kimia ini mampu mengakibatkan serangan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut).

Disamping itu, saat dalam keadaan idle, peluang asap knalpot bisa menerobos masuk kedalam kabin juga bisa dikatakan rendah.

Tetapi yang di khawatirkan bila Anda memanaskan mobil di garasi, parkiran gedung, atau ruang yang tertutup yang lain, konsentrasi gas buang otomatis akan bertambah tajam sebab asap terjerat di ruang yang minim saluran udara.

 

Demikian tadi penjelasan artikel tentang tips cara memanaskan mesin mobil yang paling benar. Semoga bisa terinspirasi.

 

Salam berkendara aman…